Fasal menerangkan waktu yang menghasilka Ilmu

Diposting oleh hamzah aljumfuti pada 04:21, 31-Mei-13  •  Komentar (27)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

حمدا وشكرا لله الصلاة والسلام على رسول الله لاحول ولاقوة الا بالله امابعده

Fasal ini merupakan bagian dari fasal-fasal kitab ta’limul muta’allim karya Imam Az-zarnuji dan didalam fasal ini akan di bahas waktu-waktu yang dapat menghasilkan ilmu.

Di ucapkan :waktu untuk menuntut ilmu itu tidak terbatas yaitu mulai dari bandulan(saat bayi) sampai mati masuk kubur. Syaikh Hasan Bin Ziyad belajar ilmu fiqih saat beliau berumur 80 tahun ,beliau tidak pernah tidur memakai alas itu selama 40 tahun. Akhirnya beliau duduk di kursi kefatwaan (Sebagai Ulama’ fatwa) selama 40 tahun . Adapun waktu-waktu yang utama untuk menghasilkan ilmu itu ketika masih muda, waktu sahur dan waktu di antara dua isya’ (antara maghrib dan isya’). Seyogyanya Tholibul Ilmi(murid/siswa/mahasiswa) menghabiskan waktunya untuk belajar. Ketika ia bosan dari salah satu ilmu maka sibukkan dengan belajar ilmu yang lain.

          Sahabat Ibnu Abbas R.A ketika beliau bosan dengan ilmu kalam maka beliau berkara : “Ambilkan aku kitab-kitab syi’iran” . Syiakh Muhammad Bin Hasan beliau tidak pernah tidur di waktu malam. Beliau menghadap kitab yang bermacam-macam. Setiap beliau bosan dengan suatu macam kitab beliau mengganti dengan kitab yang lain. Beliau senantiasa meletakkan air di hadapannya, beliau menghilangkan tidurnya dengan air (wudhu atau cuci muka untuk menghilangkan ngantuk) dan beliau berkata: “Tidur itu bagian daru panas maka dari itu harus di tolak dengan air yang dingin.”

Sekian, sampai jumpa di fasal selanjutnya semoga bermanfa’at. Terimakasih telah membaca.

و الله الموفق الى اقوم الطريق

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Fasal menerangkan Tawakkal

Diposting oleh hamzah aljumfuti pada 11:33, 09-Mei-13  •  Komentar (21)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته حمدا و شكرا لله الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله ومن ولىه لا حول ولا قوة الا بالله اما بعده Pada fasal ini akan membahas tentang bertawakal. Wajib bagi murid untuk senantiasa bertawakal. Di dalam mencari ilmu itu jangan menghawatirkan rizqi, hatinya jangan sampai sibuk memikirkan soal rizqi,. Imam Abu Hanifah meriwayatkan hadist... [Baca selengkapnya]

Seputar Persoalan Bid’ah

Diposting oleh hamzah aljumfuti pada 03:06, 06-Mei-13  •  Komentar (26)

Seputar Persoalan Bid’ah السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Pada artikel kali ini akan di bahas permasalahan bid’ah yang di gembar-gemborkan golongan di luar kita. Sebetulnya tidak semudah itu mengatakan bid’ah kita lihat penjelasannya sebagai berkut. Kalangan ulama Ahlu al-Sunnah wa al-Jama'ah. Al-Imam Al-Nawawi menyatakan: قَوْلُهُ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ هَذَا عَامٌّ مَخْصُوصٌ وَالْمُرَادُ غَالِبُ الْبِدَعِ. “Sabda Nabi SAW, “semua bid’ah adalah sesat”, ini adalah kata-kata umum... [Baca selengkapnya]

Fasal menerangkan dalam menjelaskan awl belajar dan kadar belajar dan urutan belajar

Diposting oleh hamzah aljumfuti pada 04:21, 05-Mei-13  •  Komentar (10)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله ، الصلاة والسلام على رسول الله اما بعده Pada kali ini kita akan membahas tentang cara yang baik dalam mengawali belajar, kadar belajar, dan urut-urutan belajar. Itu merupakan hal yang penting karena menjadi sebab seorang murid memperoleh ilmu. قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : «ما من شيئ بدئ في يوم الالبعاء الا وقد تم... [Baca selengkapnya]